Lompat ke konten

Zelensky Ngamuk! 117 Drone Ukraina Bom Rusia, 41 Jet Tempur Hangus

Jakarta, Universitas Adamant sampai Badan keamanan Ukraina (SBU) melancarkan serangan pesawat nirawak besar-besaran terhadap pangkalan udara militer Rusia Minggu waktu setempat. Ukraina menyerang ribuan kilometer dari tempat garis belakang masuk apa yang mana dikatakan Presiden Volodymyr Zelensky sebagai orang operasi jarak terlalu jauh para mereka apa pernah ada.

Operasi tersebut, siapa diberi nama sandi “jaring laba-laba”, memerlukan persiapan selama berbulan-bulan dan penyelundupan pesawat nirawak (drone) menuju wilayah Rusia. Ukraina telah mengklaim kerusakan apa signifikan di Rusia akibat serangan tersebut.




“Sumber di dinas keamanan SBU Ukraina mengatakan serangan terkoordinasi tersebut menghantam 41 jet tempur yang mana digunakan buat mengebom kota-kota Ukraina, dengan saya menyebutkan pesawat pengebom strategis Tu-95 dan Tu-22 serta pesawat deteksi radar dan komando A-50,” lapor AFP, dikutip Senin (2/5/2025).

“Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa beberapa pesawat terbakar menyusul serangan pesawat nirawak di pangkalan-pangkalan di wilayah Murmansk dan Irkutsk, yang tersebut terletak di Kutub Utara Rusia dan Siberia timur,” tambah laman itu.


Meski begitu, kebakaran barang tersebut berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban. Dikatakan pula bahwa tersangka telah “ditangkap”.

Dinas keamanan Ukraina sendiri mengatakan orang-orang itu menghancurkan 34% pesawat pengebom strategis Rusia apa membawa rudal jelajah. Mereka juga mengklaim telah menimbulkan kerugian sebesar US$7 miliar (Rp 114 triliun).

Modus Operandi

Menurut sumber SBU Ukraina, operasi “jaring laba-laba” tersebut dipersiapkan selama lebih banyak asal-usul satu setengah tahun. Ditegaskan bahwa perasi hal tersebut memerlukan logistik yang mana sangat rumit.

Ukraina secara rutin meluncurkan pesawat nirawak bagi menyerang target di Rusia sebagai peran respons di atas invasi Rusia tahun 2022. Tetapi modus operandi yang seperti digunakan kali tersebut berbeda.

Sumber keamanan Ukraina mengatakan pesawat nirawak telah diselundupkan menuju Rusia dan disembunyikan masuk struktur padat yang seperti dipasang di truk. Atap struktur tersebut kemudian dibuka asal-usul jarak jauh sekali agar pesawat nirawak dapat terbang menuju targetnya.

Foto yang tersebut dibagikan oleh SBU menunjukkan sejumlah pesawat nirawak penuh kecil sekali siapa disembunyikan masuk apa yang tersebut tampak seperti kontainer pengangkut. Kementerian pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak tersebut tidak diluncurkan dari tempat wilayah Ukraina, tetapi “di sekitar pangkalan udara”.

117 Drone

Zelensky sendiri memuji hasil “cemerlang” operasi tersebut ke dalam apa yang seperti disebutnya sebagai tugas “operasi jarak terjauh kami” masuk lebih baik asal-usul tiga tahun perang. Dengan menggunakan 117 pesawat nirawak, Ukraina mampu menjangkau wilayah ribuan kilometer dari tempat garis depan, ketika serangannya umumnya difokuskan pada waktu wilayah apa di sekitar sini bersama-sama perbatasannya.

Dua pangkalan udara yang seperti Ukraina katakan telah diserang, Olenya dan Belaya, berjarak sekitar 1.900 kilometer (1.180 mil) dan 4.300 kilometer daripada Ukraina. Yang pertama terletak di Kutub Utara Rusia, yang seperti lainnya di Siberia timur.

Kementerian Rusia mengatakan orang-orang berhasil menangkal serangan lain di wilayah Ivanovo dan Ryazan serta di Amur. Ini berdekatan perbatasan bersama China di Timur Jauh Rusia

Pukulan Berat bagi Putin

Sementara itu, para blogger militer Rusia menyebut serangan barang ini seperti “pukulan berat” bagi negeri Presiden Vladimir Putin itu. Ini khususnya merujuk arah ke penerbangan Rusia pasca serangan Ukraina.

Rybar, akun di platform perpesanan Telegram yang tersebut berdekatan dengan saya militer Rusia misalnya. Ia menunjuk di apa apa disebutnya seperti “kesalahan serius” oleh intelijen Rusia.

Namun, makna simbolis itu dia penting bagi Ukraina, yang seperti tentaranya telah menghadapi kemunduran di garis depan. Mantan presiden Ukraina Petro Poroshenko, yang seperti sekarang menjadi tokoh oposisi, mengatakan “tidak ada argumen yang mana lebih baik baik” sebagai tujuan Ukraina menjelang perundingan dengan dia Moskow di Istanbul.



(sef/sef)