
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan Program BP merupakan langkah strategis bagi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong regenerasi petani. Program kejadian ini dirancang agar mampu mencetak petani-petani belia yang tersebut tangguh dan produktif bersama dukungan teknologi serta peluang ekonomi siapa menjanjikan.
“Melalui Brigade Pangan, aku dan kamu mau mempercepat swasembada pangan bersama melibatkan generasi muda. Kita siapkan akses terhadap teknologi modern dan peluang usaha siapa nyata di sektor pertanian,” ujar Amran, Jumat (13/6/2025).
Baca juga: Kementan Dorong Forwatan Aktif Dukung Kemajuan Sektor Pertanian
Program BP juga turut disoroti masuk acara Ngobras On The Spot Volume 4 yang seperti diselenggarakan pada waktu Kamis 12 Juni 2025 di Balai Besar Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Pertanian (BBPKM), Ciawi. Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting seperti Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (Eko Nugroho Dharmo Putro).
Vice President Micro Business Strategic Alliance, P.T Bank Mandiri Tbk (Sartisa), Penyuluh Pendamping Brigade Pangan di Kabupetan Tulang Bawang Provinsi Lampung (Hendra Saputra) dan Manajer Brigade Pangan (Jumanto). Acara barang ini juga dihadiri oleh penyuluh pertanian berasal dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.
Baca juga: Dorong Transformasi Pertanian, Kementan Perkuat Kelembagaan Petani Melalui Korporasi
Dalam arahannya, Kabadan Santi menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian di seluruh daerah. Ia menyebutkan keberhasilan Program BP telah terbukti secara nyata, dengan saya banyak anggotanya yang seperti berhasil meraih penghasilan hingga Rp10 juta per bulan melalui penyewaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta proses budidaya.
“Itu bukan hoaks, tapi kenyataan. Brigade Pangan wajib melakukan proses budidaya di lahan yang mana ada, dan untuk keperluan permodalan dapat melalui KUR,” ujarnya.
Kabadan Santi juga mengingatkan peran para penyuluh pertanian sangatlah penting dan harus senantiasa mendampingi para BP. Mulai berasal dari pemodalan hingga sampai panen dan memastikan bagi menjual GKP sesuai HPP yaitu Rp6.500/Kg.
Eko Nugroho menambahkan sinergi dengan saya skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sangat penting, mengingat banyak kisah sukses daripada petani baru yang seperti telah viral di media sosial. Dari Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, penyuluh Hendra Saputra menyampaikan bahwa motivasi dan semangat sangat berperan luar keberhasilan program ini, sehingga berdaya memperoleh penghasilan minimal Rp10 juta per bulan
Hendra juga menekankan pentingnya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga tiga kali tanam per tahun untuk keperluan meningkatkan hasil panen. Dukungan perbankan juga diperkuat oleh Bank Mandiri, siapa diwakili oleh Sartisa. Ia menyampaikan bahwa Bank Mandiri aktif menyalurkan KUR menuju wilayah-wilayah pertanian terpencil, bahkan bersama-sama mengirim tim langsung menuju lapangan untuk keperluan memudahkan petani luar mengakses pembiayaan.
“Kami minta penyuluh untuk keperluan terus berkoordinasi dengan dia kelompok tani luar proses administrasi seperti syarat pengajuan KUR, yaitu denganmengumpulkan dokumen-dokumen apa dibutuhkan bagi administrasi perbankan,” jelasnya.
Acara ditutup dengan dia penekanan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Kementan, penyuluh, dan lembaga keuangan seperti Bank Mandiri, guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan ke dalam waktu satu tahun arah ke depan.
