
DKI JAKARTA sampai Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melalui BanggaFest 2025 mengadakan “Arung Edukasi Ciliwung: Susur Sungai & Tanam Pohon”, yang tersebut berlangsung dua kali pengarungan, pada tempat 24 Mei dan 8 Juni 2025.
Kegiatan barang ini merupakan bagian berasal dari lustrum XIII Atma Jaya yang tersebut berupaya mendukung SDG’s ke-13 (Climate Action) bersama mengajak masyarakat dan kaum baru mengambil peran aktif luar upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim melalui edukasi lingkungan dan pelestarian budaya lokal.
Ketua Panitia Pelaksana Bangga Fest 2025, Yohana Ratrin Hestyanti, menyampaikan kegiatan Arung Edukasi Ciliwung barang ini terbaru pertama kali dilakukan dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin kampus, bersama memperluas berkerja serupa sehingga semakin menguatkan ruang partisipatif yang seperti dapat membentuk dan meningkatkan kesadaran ekologis generasi muda.
Baca juga: Siapa Alexandr Wang? Drop Out berasal dari MIT, Miliarder AI Berusia 28 Tahun, dan Direkrut CEO Meta
“Arung Edukasi Ciliwung bukan hanya tentang menjelajahi sungai, tetapi juga mengajak kami semua menyelami makna keterlibatan nyata masuk menjaga bumi apa kami semua tinggali bersama. Arung edukasi yang ini pendaftarannya sangat cepat sekali penuh, hal yang ini menunjukkan antusiasme siapa tinggi,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (14/6/2025).
Dia mengatakan berasal dari arung edukasi Ciliwung yang ini berhasil menumbuhkan minat bagi mengenal Sungai Ciliwung berasal dari dekat, salah satu bagian penting kota Jakarta yang tersebut tidak banyak dilirik kaum muda.
Dengan empat titik pemberhentian yang mana telah diobservasi, kegiatan hal ini menyuguhkan pengalaman menyentuh apa membantu peserta lebih besar di dekat dengan kamu alam di sekitar Ciliwung.
“Harapannya, kegiatan yang ini semakin terekspos dan terus menarik partisipasi anak-anak baru untuk keperluan peduli dan mau terlibat masuk perubahan,” ujar Dr. Yohana.
Sebagai kampus yang seperti menjunjung tinggi banget nilai sustainability, Unika Atma Jaya menghadirkan kegiatan kejadian ini masuk bentuk pengalaman ekologis, menyusuri sungai Ciliwung daripada Padepokan Ciliwung Condet, menuju Kometa Archery, hingga ke arah Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup) di MT Haryono sejauh 4,8 km.
Di titik pemberangkatan, peserta melakukan penanaman pohon sebagai orang simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan, sebuah langkah terlalu kecil yang tersebut berarti raksasa ke dalam pengendalian emisi karbon dan pemulihan ekosistem sungai di wilayah perkotaan.
Kegiatan berlanjut arah ke sesi edukatif di Kometa Archery, peserta disambut dengan kamu minuman tradisional bir pletok khas Betawi serta aktivitas panahan. Ini menjadi penggabungan antara pembelajaran lingkungan bersama-sama pelestarian nilai budaya lokal.
Di titik Kalibata, peserta beristirahat sebelum ini melanjutkan susur sungai menuju titik akhir di Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup).
Di lokasi akhir, peserta mengikuti sesi refleksi dan makan siang bersama, serta mendengarkan pemaparan berasal dari berbagai pihak siapa terlibat.
Perwakilan Pengurus Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup) menyampaikan bahwa kegiatan barang ini merupakan bentuk integrasi nilai “nature, culture, dan future”, yakni menyelaraskan pelestarian alam, merawat warisan budaya, dan membangun masa belakang apa berkelanjutan.
Kegiatan barang ini merupakan bagian berasal dari lustrum XIII Atma Jaya yang tersebut berupaya mendukung SDG’s ke-13 (Climate Action) bersama mengajak masyarakat dan kaum baru mengambil peran aktif luar upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim melalui edukasi lingkungan dan pelestarian budaya lokal.
Ketua Panitia Pelaksana Bangga Fest 2025, Yohana Ratrin Hestyanti, menyampaikan kegiatan Arung Edukasi Ciliwung barang ini terbaru pertama kali dilakukan dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin kampus, bersama memperluas berkerja serupa sehingga semakin menguatkan ruang partisipatif yang seperti dapat membentuk dan meningkatkan kesadaran ekologis generasi muda.
Baca juga: Siapa Alexandr Wang? Drop Out berasal dari MIT, Miliarder AI Berusia 28 Tahun, dan Direkrut CEO Meta
“Arung Edukasi Ciliwung bukan hanya tentang menjelajahi sungai, tetapi juga mengajak kami semua menyelami makna keterlibatan nyata masuk menjaga bumi apa kami semua tinggali bersama. Arung edukasi yang ini pendaftarannya sangat cepat sekali penuh, hal yang ini menunjukkan antusiasme siapa tinggi,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (14/6/2025).
Dia mengatakan berasal dari arung edukasi Ciliwung yang ini berhasil menumbuhkan minat bagi mengenal Sungai Ciliwung berasal dari dekat, salah satu bagian penting kota Jakarta yang tersebut tidak banyak dilirik kaum muda.
Dengan empat titik pemberhentian yang mana telah diobservasi, kegiatan hal ini menyuguhkan pengalaman menyentuh apa membantu peserta lebih besar di dekat dengan kamu alam di sekitar Ciliwung.
“Harapannya, kegiatan yang ini semakin terekspos dan terus menarik partisipasi anak-anak baru untuk keperluan peduli dan mau terlibat masuk perubahan,” ujar Dr. Yohana.
Sebagai kampus yang seperti menjunjung tinggi banget nilai sustainability, Unika Atma Jaya menghadirkan kegiatan kejadian ini masuk bentuk pengalaman ekologis, menyusuri sungai Ciliwung daripada Padepokan Ciliwung Condet, menuju Kometa Archery, hingga ke arah Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup) di MT Haryono sejauh 4,8 km.
Di titik pemberangkatan, peserta melakukan penanaman pohon sebagai orang simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan, sebuah langkah terlalu kecil yang tersebut berarti raksasa ke dalam pengendalian emisi karbon dan pemulihan ekosistem sungai di wilayah perkotaan.
Kegiatan berlanjut arah ke sesi edukatif di Kometa Archery, peserta disambut dengan kamu minuman tradisional bir pletok khas Betawi serta aktivitas panahan. Ini menjadi penggabungan antara pembelajaran lingkungan bersama-sama pelestarian nilai budaya lokal.
Di titik Kalibata, peserta beristirahat sebelum ini melanjutkan susur sungai menuju titik akhir di Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup).
Di lokasi akhir, peserta mengikuti sesi refleksi dan makan siang bersama, serta mendengarkan pemaparan berasal dari berbagai pihak siapa terlibat.
Perwakilan Pengurus Mat Peci (Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup) menyampaikan bahwa kegiatan barang ini merupakan bentuk integrasi nilai “nature, culture, dan future”, yakni menyelaraskan pelestarian alam, merawat warisan budaya, dan membangun masa belakang apa berkelanjutan.
(nnz)
