Lompat ke konten

Tuduh Langgar Paten OLED, Samsung Gugat TCL ke arah Pengadilan

JAKARTA – Raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung mengajukan gugatan terbaru di pengadilan federal Texas, Amerika Serikat (AS) terhadap produsen smartphone TCL. Samsung menuduh perusahaan asal China barang tersebut melanggar tiga paten terkait teknologi layar OLED.


Kasus tersebut juga menyebutkan nama dua perusahaan apa berbasis di AS, Ultimate Eshop LLC dan eTech Parts Plus LLC, apa menurut Samsung menjual atau mengimpor layar OLED pengganti yang mana tercakup luar paten siapa disengketakan, demikian dilansir Gizmochina.


Menurut pengaduan tersebut, Samsung menuduh bahwa TCL China Star Optoelectronics Technology Co. dan Wuhan China Star Optoelectronics Semiconductor Display Technology Co. (anak perusahaan TCL CSOT) memproduksi layar OLED yang mana melanggar paten yang seperti mencakup sirkuit piksel OLED dan metode penggerak. Perusahaan tersebut mengutip Paten AS No. 9.330.593, No. 7.414.599, dan No. 11.594.578 ke dalam gugatan tersebut.


Samsung menyatakan bahwa pihaknya telah memberi tahu TCL pada waktu Juli 2022 tentang dugaan pelanggaran paten tersebut tetapi mengklaim pelanggaran tersebut masih berlanjut. Gugatan tersebut menargetkan layar OLED yang seperti digunakan di beberapa ponsel cerdas TCL yang tersebut dijual di AS, termasuk model TCL 10 Pro, TCL 20 Pro 5G, TCL 30, TCL 30 5G, dan TCL 30+.


Tindakan hukum tersebut didasarkan pada tempat kasus sebelumnya di Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC). Dalam kasus tersebut, ITC memutuskan bahwa paten Samsung sah dan menemukan bahwa responden tertentu, termasuk eTech Parts Plus, melanggarnya. TCL telah berupaya untuk keperluan campur tangan ke dalam kasus ITC setelah itu beberapa layar OLED pengganti yang mana diproduksinya muncul di pasar AS.


Samsung juga menunjuk pada tempat gugatan yang seperti diajukan TCL kepada Dewan Uji Banding Paten tahun lalu. PTAB menegakkan keabsahan dua paten, yang seperti semakin memperkuat posisi Samsung.


 



Kasus kejadian ini muncul di pusat dorongan hukum siapa lebih banyak luas oleh Samsung bagi mempertahankan teknologi OLED-nya. Awal tahun ini, Samsung Display mengajukan gugatan rahasia dagang terhadap BOE China dan tujuh afiliasinya di pengadilan Texas yang tersebut sama, menuduh BOE menggunakan gambar teknisnya demi membangun pabrik OLED di Chengdu. Samsung menuntut merubah rugi dan kompensasi yang tersebut bersifat menghukum, sebagian karena peran BOE yang seperti dilaporkan sebagai contoh pemasok panel OLED demi iPhone 16e Apple.


Sebagai tanggapan, BOE mengajukan gugatan pelanggaran paten terpisah terhadap Samsung Display, dengan dia mengklaim bahwa panel OLED dengan saya kamera di pada bagian bawah layar siapa digunakan masuk perangkat Galaxy Z Fold melanggar empat patennya. Sumber industri melihat gugatan BOE seperti tindakan balasan terhadap tindakan Samsung sebelumnya dan upaya untuk keperluan menyoroti kemajuan OLED-nya. Proses hukum diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun, tanpa dampak langsung pada waktu produksi Galaxy Z Fold.


Samsung menolak berkomentar tentang gugatan TCL. TCL dan perusahaan-perusahaan berbasis di AS apa disebutkan ke dalam kasus tersebut belum menanggapi permintaan komentar.

(Rahman Asmardika)