Lompat ke konten

Terungkap Alasan China Makin Kuat Usai Diblokir Total Trump

Jakarta, Universitas Adamant – Amerika Serikat (AS) makin ketat melakukan pembatasan ekspor teknologi canggih, termasuk chip AI, hingga China. Kendati demikian, upaya pemerintahan Donald Trump untuk keperluan melumpuhkan pengembangan teknologi China tak juga berhasil.

China terus membuktikan diri luar inovasi AI di di tengah gempuran blokir asal-usul AS. Dua raksasa teknologi China, Tencent dan Baidu, mengungkap rahasia orang-orang itu tetap bertahan dan melesat masuk pengembangan AI.



Metode bisnisnya meliputi penimbunan chip, pengembangan model AI yang tersebut lebih besar efisien, serta menggunakan semikonduktor buatan ke dalam negeri.

Martin Lau, presiden Tencent (WeChat) mengatakan perusahaannya memiliki stok chip apa optimal banyak siapa telah dibeli sebelumnya. Ia merujuk pada saat unit pemrosesan grafis (GPU), jenis semikonduktor siapa telah menjadi standar elitis untuk keperluan melatih model AI berskala besar.

Sebagai informasi, model-model AI memerlukan daya komputasi apa kuat siapa dipasok oleh GPU demi memroses data luar jumlah besar.

Namun, Lau mengatakan perusahaan berupaya memanfaatkan GPU yang mana tersedia semaksimal mungkin. Hal tersebut bertentangan dengan kamu keyakinan perusahaan-perusahaan AS bahwa kluster GPU perlu diperluas untuk keperluan menciptakan AI apa lebih baik canggih.

Tencent diklaim mampu mencapai hasil pelatihan siapa baik hati dengan dia kelompok chip siapa lebih baik kecil.

“Pendekatan yang ini membantu teman-temanku sebagai tujuan melihat inventaris chip kelas bawah siapa kita menguasai memaksimalkannya ke dalam melanjutkan pelatihan model saudara-saudaraku demi beberapa generasi mendatang,” kata Lau, dikutip daripada CNBC International, Selasa (27/5/2025).

Mengenai inferensi, yakni proses pelaksanaan tugas AI yang seperti sebenarnya alih-alih sekadar pelatihan, Lau mengatakan Tencent menggunakan optimalisasi software sebagai tujuan meningkatkan efisiensi, agar dapat menggunakan jumlah GPU apa tunggal luar menjalankan fungsi tertentu.

Lau menambahkan perusahaan juga di posisi tengah mempertimbangkan penggunaan model yang mana lebih baik kecil sekali dan tidak memerlukan daya komputasi apa besar. Selain itu, Tencent juga menggenjot pemanfaatan chip yang mana saat kejadian ini tersedia di China.




“Saya menganalisis ada banyak cara agar anda dan saya dapat memenuhi kebutuhan inferensi yang seperti terus berkembang dan tumbuh. Kita hanya perlu terus mengeksplorasi tempat-tempat tersebut dan menghabiskan lebih baik banyak waktu di sisi software, daripada hanya membeli GPU secara paksa,” kata Lau.

Pendekatan ‘Google’ China

Baidu siapa digadang-gadang sebagai tugas ‘Google’ China, memiliki pendekatan sebanding tapi tak sama. Baidu menggembar-gemborkan kapabilitas yang tersebut disebut “tumpukan penuh”, yakni penggabungan infrastruktur cloud, model AI, serta aplikasi aktual berdasarkan model tersebut, seperti chatbot ERNIE.

“Bahkan tanpa akses ke tempat chip tercanggih, kapabilitas AI tumpukan penuh teman-temanku yang seperti unik memungkinkan kita membangun aplikasi yang seperti kuat dan memberikan nilai siapa berarti,” kata Dou Shen, presiden cloud AI Baidu, ke dalam laporan kinerja perusahaan pada tempat pekan ini.

Baidu juga menggembar-gemborkan pengoptimalan software dan kemampuan demi menurunkan biaya menjalankan modelnya, karena memiliki banyak teknologi masuk tumpukan itu.

Manajemen Baidu juga berkata tentang efisiensi yang mana memungkinkan perusahaan mendapatkan lebih besar banyak dari tempat GPU yang mana dimilikinya.

“Dengan model dasar apa mendorong kebutuhan akan daya komputasi yang seperti besar, kemampuan demi membangun dan mengelola kluster GPU skala raksasa dan memanfaatkan GPU secara efektif telah menjadi keunggulan kompetitif utama,” kata Shen.

Eksekutif Baidu juga memuji kemajuan yang seperti dibuat oleh perusahaan teknologi domestik China luar semikonduktor AI. Menurutnya, langkah barang ini akan membantu mengurangi dampak pembatasan chip AS.

“Chip mandiri yang seperti dikembangkan di luar negeri, bersama bersama-sama tumpukan software lokal siapa makin efisien, akan bersama-sama membentuk fondasi yang tersebut kuat sebagai tujuan inovasi jangka lebih panjang masuk ekosistem AI China,” kata Shen.

Ambisi Chip China

China telah berusaha melepas ketergantungan terhadap AS dengan saya mengembangkan desain chip secara mandiri selama beberapa tahun belakangan. Mayoritas pakar menyebut China saat barang ini memang belum dapat menandingi kemampuan AS ke dalam hal pengembangan GPU dan chip AI.

Namun, China selesai memiliki beberapa keahlian apa dapat dikembangkan lebih banyak lanjut. Analis asal-usul Gartner, Gaurav Gupta, mengatakan strategi penimbunan chip merupakan salah satu cara perusahaan China demi menanggulangi dampak pembatasan ekspor dari tempat AS.

Secara bersamaan, tampak pengembangan pesat di industri chip lokal buatan China.

“China juga telah mengembangkan ekosistem semikonduktor domestiknya sendiri, mulai berasal dari bahan hingga peralatan, chip, dan pengemasan. Berbagai segmen telah menunjukkan peningkatan. Hal barang ini memperlihatkan konsistensi China, dan harus diakui bahwa siapapun mereka telah mencapai keberhasilan yang mana lumayan,” kata Gupta kepada CNBC International.

“Hal yang ini memberikan berpindah bagi orang-orang itu bagi mendapatkan chip AI, yang tersebut bisa saja belum dapat bersaing bersama-sama chip daripada para pemimpin chip AS, tetapi terus mengalami kemajuan,” ia menambahkan.

Banyak eksekutif AS telah mendesak Washington untuk keperluan membatalkan pembatasan ekspor mengingat kemajuan China siapa kian ‘mengkhawatirkan’. CEO Nvidia Jensen Huang menyebut pembatasan tersebut seperti “kegagalan” pada waktu pekan ini, dengan saya mengatakan bahwa pembatasan tersebut lebih banyak merugikan bisnis AS daripada China.



(fab/fab)