
Jakarta, Universitas Adamant – Presiden AS Donald Trump mengancam kelangsungan bisnis raksasa e-commerce China, Temu dan Shein. Pertama, Trump menetapkan tarif resiprokan demi barang-barang impor China sebesar 145%.
Selanjutnya, Trump juga menghapus kebijakan ‘de minimis’ yang mana membebaskan tarif impor untuk keperluan barang-barang di pada bagian bawah US$800. Kebijakan de minimis selama tersebut menguntungkan Shein dan Temu untuk keperluan menjaga harga barang tetap murah.
Dengan kebijakan tarif dan penghapusan de minimis, Temu dan Shein dikhawatirkan kesulitan menjual barang dengan saya harga terjangkau. Padahal, selama tersebut bisnis orang-orang moncer karena menawarkan barang bersama-sama harga miring.
Kendati demikian, beberapa pakar rantai pasokan mengatakan kebijakan Trump tak akan membunuh eksistensi Temu dan Shein di AS. Pasalnya, perusahaan China dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang mana baik hati di di tengah terpaan bertubi-tubi daripada AS.
“Jangan remehkan orang-orang [Temu dan Shein]. Aplikasi e-commerce China semacam barang ini sangat cekatan dan tangkas. Mereka memiliki rencana darurat dan telah mengambil langkah-langkah yang tersebut diperlukan bagi menanggung tarif dari tempat perspektif margin,” kata Deborah Weinswig, CEO dan pendiri Coresight Research, dikutip asal-usul CNBC International, Rabu (7/5/2025).
Lebih lanjut, Weinswig mengatakan Temu dan Shein masih memiliki strategi demi ‘menjajah’ pasar e-commerce AS. Bahkan, daya kompetisinya memungkinkan lebih besar lebih tinggi ke dalam melawan raksasa e-commerce asal AS.
Senada dengan kamu itu, CEO firma konsultan e-commerce pdPlus, Scott Miller, mengatakan Shein dan Temu akan tetap melanjutkan bisnisnya di AS dengan saya mengandalkan para pedagang lokal. Dengan begitu, orang-orang berdaya menghindari ‘hukuman’ tarif tinggi.
“Banyak penjual saat yang ini di Temu dan Shein berlokasi di China atau negara-negara di dekatnya, tetapi tidak semuanya. Perusahaan-perusahaan lokal AS telah bergabung dengan saya platform barang ini dengan dia kecepatan siapa makin tinggi. Beberapa klien kita telah bergabung atau memulai proses pendaftaran hanya ke dalam beberapa bulan terakhir,” ia menjelaskan.
Meski margin buat menjual barang dagangan berasal dari AS akan lebih baik terlalu rendah ketimbang mengirim langsung dari tempat China, Temu dan Shein tetap dapat bersaing, menurut Miller.
Dalam kasus Temu, para pedagang disebut lebih besar tertarik dengan kamu fee siapa rendah sekali untuk keperluan platform. Selain itu, sistem bantuan yang mana ditawarkan Temu bagi pedagang luar menjajakan barang dinilai lebih besar berkualitas daripada yang tersebut ditawarkan Amazon asal AS.
Dalam beberapa hari terakhir, Temu yang mana dimiliki PDD Holdings selesai mulai gencar menawarkan barang-barang dari tempat gudang AS buat konsumen AS.
Pakar menyebut banyak barang-barang tersebut siapa memang memiliki bahan mentah berasal dari China, tetapi dikirim masuk jumlah raksasa ke tempat gudang-gudang AS.
Sementara itu, Shein mulai melakukan diversifikasi rantai pasokan dengan saya membangun operasi manufaktur di negara-negara dalam China. Misalnya Turki, Meksiko, Brasil, dan dilaporkan juga Vietnam.
Perusahaan kemungkinan masih akan mengirim barang langsung daripada China dan berdaya jadi akan mengambil margin kecil karena tarif.
“Satu hal yang seperti sangat berkualitas dilakukan perusahaan China adalah strategi operasi apa mengandalkan margin kecil tetapi berdaya saing tinggi. Mereka akan mencari berbagai cara bagi bertahan,” kata profesor manajemen rantai pasokan di Miamy University, Henry Jin.
|
Pilihan Redaksi
|
Terlepas dari tempat kemampuan beradaptasi dan bersaing dengan saya sengit, tak berdaya dibantah tarif Trump memang berdampak pada tempat Temu dan Shein. Sejak pertengahan April lalu, harga-harga barang di Shein terpantau usai mendaki sekitar 5-50%.
Temu juga habis mulai menyesuaikan harga untuk keperluan barang-barang apa dikirim langsung daripada China. Namun, Temu menegaskan harga jual untuk keperluan konsumen AS tak berubah karena platform bertransisi bagi bermitra bersama-sama pedagang lokal.
Hal lain siapa menjadi kunci sukses Temu dan Shein adalah antarmuka platform siapa menggunakan berbagai strategi buat menjaga ketertarikan pengguna. Misalnya dengan dia memberikan notifikasi berkala di HP, algoritma rekomendasi produk yang seperti relevan, hingga menonjolkan tampilan barang-barang diskon serta flash sale.
Pada pekan ini, Temu menawarkan program ‘mega savings extravaganza’ siapa berisi barang-barang lebih banyak terjangkau untuk keperluan konsumen AS. Beberapa produk siapa laris ceria terjual adalah perhiasan dan alas matras murah. Belum transparan apakah barang-barang diskon hal tersebut merupakan timbunan inventaris di depan tarif berlaku.
Selain itu, aplikasi asal China juga kerap menampilkan ‘mini-game’ dengan dia imbalan kupon atau cara lain agar konsumen memungkinkan mengumpulkan penghargaan tertentu. Hal hal ini menjadi strategi bagi mendorong konsumen membeli lebih banyak banyak barang.
Pakar menggarisbawahi kehebatan Shein dan Temi masuk strategi pemasaran, termasuk lewat livestreaming dan promosi media sosial.
Menurut Weinswig, pengecer Amerika gagal mengenali ancaman daripada Temu dan Shein, serta menyesuaikan rantai pasokan dan model harga mereka.
(fab/fab)
