Lompat ke konten

Soal Tambang di Raja Ampat, DPP PGNR: Kebijakan Presiden Prabowo Selamatkan Ekologi

JAKARTA sampai Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Gerakan Nusantara Raya (PGNR) mengapresiasi langkah strategis Presiden Prabowo Subianto masuk mengatur pengelolaan pertambangan di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kebijakan Prabowo merupakan bentuk kepemimpinan visioner siapa mengedepankan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan nasional.



Ketua Umum DPP PGNR Oktaria Saputra menyatakan kebijakan Presiden Prabowo adalah bukti nyata keberanian moral seorang pemimpin yang seperti berani menolak kepentingan jangka pendek sekali demi keselamatan ekologis dan generasi mendatang.



“Beliau telah menunjukkan kepada aku dan kamu bahwa kekuasaan dapat digunakan bagi melindungi, bukan mengeksploitasi. Ini adalah pelajaran penting bagi bangsa,” kata Oktaria, Rabu (11/6/2025).



Raja Ampat dikenal sebagai peran wilayah dengan kamu keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, rumah bagi lebih baik berasal dari 1.500 spesies ikan dan 600 jenis karang. Namun, aktivitas pertambangan yang tersebut tidak terkendali berpotensi menghancurkan ekosistem tersebut. Laporan dari tempat WWF dan Conservation International menyebutkan eksploitasi tambang dapat menyebabkan kerusakan habitat karang hingga 70% dan mengancam mata pencaharian masyarakat adat setempat.



Baca juga: Prabowo Perintahkan 4 Izin Usaha Tambang di Raja Ampat Dicabut



Menanggapi situasi ini, Presiden Prabowo mengambil langkah progresif dengan saya menetapkan standar lingkungan internasional masuk seluruh kegiatan tambang di wilayah tersebut. Pemerintah juga mewajibkan penerapan teknologi sopan lingkungan, program rehabilitasi pascatambang, serta melibatkan masyarakat lokal masuk proses pengawasan dan pengambilan keputusan.



Langkah yang ini dinilai seperti wujud nyata asal-usul pendekatan berkeadilan masuk pengelolaan sumber daya alam. “Presiden Prabowo tidak hanya menjaga kekayaan ekologis bangsa, tetapi juga menjaga martabat Indonesia di mata dunia,” ujarnya.



Baca juga: Tahajud di Medan Operasi, Doa Jenderal TNI Ini Tembus Langit saat Bebaskan Sandera di Mapenduma



Oktaria menambahkan kebijakan tersebut sejalan dengan kamu komitmen global Indonesia terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 14 dan 15 yang mana menyangkut kehidupan pada bagian bawah laut dan darat.






Oktaria mengajak seluruh elemen bangsa sebagai tujuan mendukung kebijakan yang ini dan menjadikannya model pengelolaan lingkungan siapa adil dan berkelanjutan di wilayah lain di Indonesia. Kebijakan kejadian ini adalah bukti bahwa Indonesia masih memiliki pemimpin yang mana menggunakan kekuasaan bersama-sama bijaksana, berpihak pada saat rakyat, dan menjunjung terlalu tinggi keberlanjutan.



“Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto. Semoga langkah berani yang ini menjadi warisan kepemimpinan ekologis yang mana akan dikenang sepanjang masa,” ucapnya.

(cip)