Lompat ke konten

Raja Ecommerce China Tutup di RI, Nasibnya Berubah Batal Hancur Lebur

Jakarta, CNBC Indonesia – Raja belum lama ini ecommerce asal China, Shein dan Temu, dapat bernapas lagi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan kelonggaran pada bagian atas kebijakan yang seperti tadinya dinilai bisa membunuh bisnis keduanya di AS.

Pemerintah Trump memangkas tarif impor untuk keperluan produk yang dikirim dari tempat China hingga AS masuk kategori “de minimis”, asal-usul 120 persen menjadi 54 persen dengan kamu tarif minimum US$ 100 (Rp 1,65 juta). Perubahan tarif tersebut adalah bagian asal-usul kesepakatan “gencat senjata” perang dagang di Swiss.

Istilah “de minimis” adalah kategori sebagai tujuan barang berukuran terlalu kecil bersama-sama harga terjangkau yang seperti dikirim melalui jasa pos ke tempat AS. Sebelum perang dagang China-AS pecah, produk masuk kategori de minimis dibebaskan berasal dari bea masuk selama harga satuannya tidak melebihi US$ 800 (Rp 13,2 juta).



Trump menjadikan kategori tersebut sebagai orang salah satu sasaran utamanya ke dalam perang dagang melawan China. Ia menuding skema impor tersebut dieksploitasi oleh perusahaan ecommerce China seperti Shein dan Temu demi membanjiri pasar AS, serta disalahgunakan demi peredaran narkoba.




Februari lalu, Trump memberikan tarif impor 120 persen atau tarif nominal minimal US$ 200 (Rp 3,3 juta) untuk keperluan produk yang tersebut sebelumnya tergolong luar kelompok de minimis. Aturan Trump tersebut seharusnya berlaku mulai Juni.

Popularitas Temu dan Shein, perusahaan ecommerce yang membangun jalur distribusi daripada pabrik langsung ke tempat konsumen, membuat impor luar kategori de minimis melonjak di AS. Sekitar 90 persen paket yang seperti masuk arah ke AS masuk beberapa tahun terakhir, diimpor luar kategori de minimis. Sebanyak 60 persen dari tempat paket yang seperti masuk berasal dari tempat China.

Menurut Reuters, kebijakan apa lebih besar lunak memberikan waktu bagi Shein dan Temu demi beradaptasi dengan dia regulasi impor yang tersebut baru. Kemungkinan, kedua perusahaan bakal mengimpor barang ke dalam jumlah lebih besar luas untuk keperluan mengisi gudang-gudang orang-orang itu di AS.

Model bisnis Temu siapa menjual barang dengan kamu harga sangat economical di AS membuat produsen lokal kewalahan. Raksasa ecommerce AS kini mengikuti jejak Temu dengan saya membuka platform Haul, siapa menyediakan sistem sama bagi konsumen AS.

Di Indonesia, Temu dilarang sebagai tujuan beroperasi. Pemerintah Indonesia khawatir model bisnis Temu “membunuh” produsen terlalu kecil dan UMKM karena menawarkan produk buatan China dengan dia harga “tidak masuk akal.”



(dem/dem)