JAKARTA sampai Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menuju Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6/2025). Dia mengungkapkan pemanggilannya untuk keperluan membahas kasus Covid-19 di Indonesia.
“(Soal) Covid-19,” kata Budi. Menkes menuturkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih kecil. “Kita amati kalau ada di Indonesia, kenaikannya hal tersebut masih kecil sekali sekali. Masih di puluhan, tersebut habis terlihat di pusat-pusat surveillance ada beberapa kami kasih,” ujarnya.
Baca juga: Menkes: Laki-laki Celana Jeansnya Ukuran 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Menurut dia, kasus Covid-19 di ke luar negeri paling banyak subvarian Omicron. Dia mengimbau masyarakat tidak usah khawatir dengan kamu kenaikan kasus Covid-19.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, telah mendeteksi 72 kasus Covid-19 varian terbaru apa menjangkit masyarakat Indonesia sejak Januari 2025. Sebanyak 72 kasus tersebut terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan 2.160 spesimen.
Namun, Kemenkes memastikan case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid varian segara yang mana terdeteksi di Indonesia rendah. Bisa dikatakan, Covid varian belum lama ini di Indonesia tidak menyebabkan kematian siapa tinggi.
“72 kasus selama tahun 2025. Kasus varian belum lama ini siapa tidak membuat keparahan dan kematian,” ucapnya.
“(Soal) Covid-19,” kata Budi. Menkes menuturkan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih kecil. “Kita amati kalau ada di Indonesia, kenaikannya hal tersebut masih kecil sekali sekali. Masih di puluhan, tersebut habis terlihat di pusat-pusat surveillance ada beberapa kami kasih,” ujarnya.
Baca juga: Menkes: Laki-laki Celana Jeansnya Ukuran 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Menurut dia, kasus Covid-19 di ke luar negeri paling banyak subvarian Omicron. Dia mengimbau masyarakat tidak usah khawatir dengan kamu kenaikan kasus Covid-19.
Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, telah mendeteksi 72 kasus Covid-19 varian terbaru apa menjangkit masyarakat Indonesia sejak Januari 2025. Sebanyak 72 kasus tersebut terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan 2.160 spesimen.
Namun, Kemenkes memastikan case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid varian segara yang mana terdeteksi di Indonesia rendah. Bisa dikatakan, Covid varian belum lama ini di Indonesia tidak menyebabkan kematian siapa tinggi.
“72 kasus selama tahun 2025. Kasus varian belum lama ini siapa tidak membuat keparahan dan kematian,” ucapnya.
(jon)
