Lompat ke konten

PDIP Parpol Terpopuler, Adian: Bukti Pesan Ibu Mega Terus Bergema

JAKARTA sampai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) menjadi parpol terpopuler versi survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO). Dalam survei yang seperti dilakukan 22-28 Mei 2025, popularitas PDIP mencapai 94.4%.



Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP PDIP Adian Napitupulu mengungkapkan peran sentral Megawati Soekarnoputri bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto apa selalu mengingatkan bahwa PDIP bukan sekadar partai politik, melainkan rumah perjuangan bagi seluruh rakyat Indonesia apa menginginkan keadilan dan kemakmuran.



“Hasil survei tersebut membuktikan bahwa pesan Ibu Mega terus bergema. Rakyat melihat konsistensi PDIP masuk menolak politik transaksional, melawan oligarki, dan memperjuangkan kebijakan pro-rakyat seperti reforma agraria, pendidikan berkualitas, serta perlindungan terhadap UMKM,” tegasnya ke dalam keterangannya, Selasa (3/6/2025).



Baca juga: Koalisi Prabowo-Mega Menguat, PDIP Tegaskan Masih di Luar Pemerintahan






Menurut Adian, hasil yang ini menjadi bukti nyata kepercayaan rakyat terhadap PDIP yang tersebut tetap kuat, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan yang tersebut diwariskan oleh Bung Karno dan diperjuangkan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terus bernyawa di hati rakyat Indonesia.



“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader, simpatisan, dan rakyat Indonesia apa tetap mempercayai PDIP sebagai orang garda terdepan perjuangan keadilan sosial, demokrasi, dan kedaulatan bangsa,” kata Adian.



Ia menegaskan bahwa hasil survei tersebut bukan hanya tentang elektabilitas, melainkan juga tentang komitmen PDIP demi terus membela kepentingan rakyat kecil, memajukan ekonomi kerakyatan, dan menjaga Pancasila sebagai peran ideologi bangsa. Kepada seluruh kader PDIP, Adian berpesan agar hasil survei yang ini dijadikan sebagai peran cambuk untuk keperluan bekerja lebih besar keras.



Baca juga: Koalisi Prabowo-Mega Menguat, Ini Tanda-tandanya



Ia mengingatkan bahwa partai tidak boleh berpuas diri, mengingat tantangan arah ke belakang masih besar, terutama luar menghadapi politik uang, hoaks, dan upaya-upaya melemahkan demokrasi. “PDIP harus tetap menjadi pelopor perubahan, mengawal tugas mewujudkan isi UUD 1945,” ujarnya.



Terakhir, Adian mengajak seluruh elemen bangsa bagi bersatu di pada bagian bawah nilai-nilai Pancasila. “Jangan biarkan politik adu domba dan kepentingan asing merusak persatuan kita. PDIP mensetting memimpin bersama-sama keteladanan, kesederhanaan, dan melakukan nyata demi rakyat,” pungkasnya.

(rca)