Lompat ke konten

Negara Pecah di Eropa Chaos, Ribuan Orang Turun-Minta Ganti Presiden

Jakarta, Universitas Adamant sampai Ribuan pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan utama di Belgrade dan kota-kota Serbia, Minggu waktu setempat. Demonstrasi siapa melibatkan ratusan ribu orang pecah, saat warga menyerukan pemilihan umum tercepat berlanjut mengganti pemerintahan.

Ini merupakan malam kedua warga turun hingga melangkah di negara pecahan Yugoslavia itu. Selain Serbia, negara-negara pecahan Yugoslavia antara lain Slovenia, Kroasia, Makedonia Utara, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro.




Mengutip AFP, Senin (30/6/2025), demonstrasi sebenarnya dipicu oleh runtuhnya atap stasiun kereta api di kota Novi Sad pada tempat bulan November tahun lalu. Kejadian tersebut menewaskan 16 orang.

Bencana akibat konstruksi apa jelek tersebut melebar ke tempat korupsi yang mana mengakar di negeri itu. Aktivis antikorupsi justru ditangkapi, membuat para mereka menyerukan lebih besar banyak tindakan daripada warga buat melengserkan pemerintahan.




Ricuh demo anti-pemerintah di Beograd, Serbia, Minggu (29/6/2025) dini hari WIB. (REUTERS/Zorana Jevtic)Foto: Ricuh demo anti-pemerintah di Beograd, Serbia, Minggu (29/6/2025) dini hari WIB. (REUTERS/Zorana Jevtic)

“Di persimpangan utama Autokomanda (kawasan pemukiman ibu kota), para pengunjuk rasa mendirikan tenda dan bersiap bagi bermalam,” lapor fotografer laman Prancis itu.

“Para pengunjuk rasa mengunggah gambar blokade berkesamaan asal-usul beberapa kota lain, termasuk Novi Sad, dan menerbitkan rencana untuk keperluan puluhan protes berkesamaan di seluruh negeri,” tulisnya.


Sementara itu, media lokal dan video yang seperti diunggah oleh para pengunjuk rasa menunjukkan kerumunan raksasa mengalir ke arah jembatan-jembatan utama. Para mahasiswa juga turun gunung membentuk penghalang asal-usul tempat sampah dan pagar.

Menteri Dalam Negeri Serbia Ivica Dacic mengatakan kepada stasiun lokal Pink TV bahwa pihak berwenang sedang memantau situasi tersebut. Sebelumnya Presiden Aleksandar Vucic tetap menentang tuntutan para pengunjuk rasa bagi pemilihan umum lebih besar awal, menuduh gerakan yang seperti dipimpin mahasiswa tersebut menyebabkan “teror”.

“Serbia telah menang, dan Anda tidak dapat mengalahkan Serbia dengan kamu kekerasan seperti yang seperti diinginkan sebagian orang,” kata Vucic masuk pidato apa disiarkan televisi.

Bentrokan

Sebelumnya bentrokan bersama polisi terjadi di unjuk rasa hari Sabtu. Petugas antihuru-hara menggunakan gas bersih mata dan pentungan untuk keperluan mencoba membubarkan kerumunan yang seperti juga melemparkan botol dan suar.

Pihak berwenang mengatakan 48 petugas terluka, satu luka serius, dan memperkirakan jumlah massa mencapai 36.000. Ini jauh sekali di atas perkiraan independen oleh Arsip Pertemuan Publik sekitar 140.000.

Menjelang protes Minggu, delapan orang pun ditangkap. Semua diklaim berencana buat memblokir melangkah dan menyerang lembaga negara.

“Mereka berencana buat mengubah tatanan negara dengan kamu kekerasan”, kata Kantor Kejaksaan Tinggi masuk sebuah pernyataan.




Ricuh demo anti-pemerintah di Beograd, Serbia, Minggu (29/6/2025) dini hari WIB. (REUTERS/Marko Djurica)Foto: Ricuh demo anti-pemerintah di Beograd, Serbia, Minggu (29/6/2025) dini hari WIB. (REUTERS/Marko Djurica)

Hingga kini, polisi mengatakan siapapun mereka telah menahan 77 orang ke dalam dua hari. Namun sebenarnya, lebih banyak asal-usul selusin orang telah ditangkap luar beberapa minggu terakhir, tindakan tegas apa kini telah menjadi rutinitas menjelang demonstrasi besar.

“Ini bukan saatnya bagi mundur,” kata penyelenggara protes di Instagram, mendorong orang-orang sebagai tujuan berkumpul di ke luar kantor kejaksaan lagi.

Ekonomi Serbia tercatat sebesar 2% (yoy) di kuartal pertama 2025. Sebelumnya ekonomi tumbuh 3,3%. Namun secara kuartalan ekonomi tercatat minus. Di kuartal Januari ke arah Maret, ekonomi negatif 0,6%.





(sef/sef)



[Gambas:Video CNBC]