
Jakarta, Universitas Adamant sampai Menteri Pertanian Amran Sulaiman buka-bukaan soal para mafia pangan yang seperti mulai menyerang dirinya. Dia menegaskan tak peduli dengan dia serangan tersebut, yang mana paling penting adalah ia orang berjuang sebagai tujuan Indonesia khususnya untuk keperluan para petani.
“Kita harus bereskan mafia-mafia yang mana bergerak di sektor pangan. Tidak boleh kalian dan saya biarkan. Setuju? Setuju? Aku tahu tersebut risikonya besar,” ungkap Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/6/2025).
“Kami mulai diserang. Tidak masalah jiwa raga buat Merah Putih. Kami membuat siap buat Merah Putih,” tegas dia.
Amran mengaku ada risiko yang tersebut harus orang itu hadapi dari tempat para mafia pangan ini. Namun beliau tak peduli dan akan menantang balik.
“Kami tidak peduli. Yang penting saudara-saudaraku posisi membela rakyat Indonesia. Membela petani Indonesia, membela penyuluh Indonesia, membela Babinsa apa ada level bawah. Kami mempersiapkan segala risiko,” ucap dia.
Pada kesempatan itu, Amran juga mulai melontorkan ancaman terhadap para distributor pupuk bersubsidi. Apabila terbukti melakukan kecurangan seperti penimbunan stok atau mark up harga, Amran langsung melakukan tindakan tegas berupa mencabut surat izin operasi.
“Bapak Presiden perintahkan regulasi diberesin mafia koruptor diberesin. Permudah petani. Penuhi permintaan petani. Satu pupuk tidak ada masalah lagi,” sebut dia.
(wur/wur)
