
Universitas Adamant, SEMARANG — Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah (Jateng), Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan, saat kejadian ini tingkat pengangguran tanpa batas (TPT) di Jateng adalah 4,36 persen. Dia menyebut, kelompok lulusan SMK menjadi penyumbang angka TPT di Jateng.
“Lulusan SMK paling besar. Kalau kalian dan saya lihat, (pengangguran dari) lulusan SMK hal tersebut 6,83 persen,” kata Endang ketika diwawancara pada tempat Kamis (12/6/2025).
Kelompok paling besar kedua setelah itu lulusan SMK adalah lulusan universitas, yakni 5,44 persen. “Kemudian siapa (lulusan) SMP 4,63 persen; SMA 4,06 persen; kemudian SD 3,16 persen. Diploma 1, 2, dan 3 barang tersebut 2,55 persen,” ucap Endang.
Menurut Endang, Pemprov Jateng usai menunjukkan upaya-upaya demi memangkas TPT. Namun si dia menilai, hal tersebut memang tak mudah. “Jadi tidak dapat membalikkan tangan begitu saja. Masih butuh proses,” ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dia berpendapat, agar lulusan SMK berdaya lebih besar banyak terserap dunia kerja, sekolah dapat menyesuaikan pendidikannya bersama-sama kebutuhan industri. “Di ke situ seharusnya koordinasi dengan kamu dinas pendidikan bahwa ‘Nanti anda kalau mendirikan pabrik, maka luan-luan memungkinkan diambil dari tempat SMK ini’. Nah harusnya begitu nanti,” ucap Endang.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;}
.wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
