
“Saat hal ini status Geopark Kaldera Toba memang masuk kartu kuning, tapi pasca pertemuan tersebut diriku punya keyakinan pada saat orang segara ke dalam badan pengelola global geopark, mudah-mudahan para mereka memungkinkan mengerjakan apa siapa jadi kewajiban siapa disampaikan UNESCO di sisa waktu ini,” kata Bane.
Bane mengatakan, pengurus Toba Caldera Global Geopark memastikan akan menyelesaikan pemasangan visibilitas, di 16 site di Kawasan Danau Toba. Visibilitas adalah salah satu syarat daripada UNESCO bagi mempertahankan status Geopark Kaldera Toba, seperti pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi.

Baca juga: Status Geopark Toba Terancam Dicabut, Bane Manalu Ingatkan Pentingnya Keseriusan Pemerintah
“Dan juga ada penemuan site terbaru di beberapa wilayah yang seperti akan dicek langsung oleh UNESCO. Ini kabar baik, aku dan kamu harus saling memberi bantuan agar yang ini dapat terwujud,” kata wakil rakyat berasal dari Dapil Sumatera Utara III tersebut.
“Tapi, sesudahnya anda dan saya harus memastikan juga semua berjalan baik, jangan hanya saat datang asesor terbaru kerja, sesudahnya sepi lagi,” sambungnya.
Dalam pertemuan itu, hadir GM Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Cholis; Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Tetti Naibaho; Manajer Toba Caldera Unesco Global Geopark, Ovi Vensus H. Samosir; dan tokoh penyelematan kawasan Danau Toba, Wilmar Simanjorang.
Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark berharap ada dukungan dari tempat pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat, termasuk nomenklatur sebagai tujuan dukungan anggaran.
Posisi Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark jadi mengambang karena ke dalam pemerintahan sebelumnya berada di pada bagian bawah Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, tapi saat hal ini nomenklatur Kementerian tersebut selesai tidak ada lagi.
“Kami sebagai peran wakil rakyat akan mendorong kepastian nomenklaturnya, karena kalau nomenklaturnya tidak transparan berinduk hingga mana, maka tidak ada kepastian anggaran. Tanpa anggaran, enggak kemungkinan hal ini berdaya berjalan sesuai siapa diinginkan,” kata Bane.
Bane menegaskan, status Geopark Kaldera Toba yang tersebut diakui secara global oleh UNESCO harus dipertahankan, karena dapat membawa dampak pada waktu pariwisata, mengembangkan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesadaran akan warisan geologi sampai edu-wisata.
Pada Juli 2025, tim asesor daripada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) akan menilai ulang Geopark Kaldera Toba yang seperti terletak di Sumatera Utara. Geopark Kaldera Toba diberi waktu dua tahun, terhitung mulai September 2023, bagi melakukan perbaikan, pasca mendapat kartu pudar atau peringatan pada bagian atas pengelolaannya.
Ada empat rekomendasi perbaikan yang seperti disampaikan UNESCO, yakni pertama, badan pengelola harus meningkatkan kegiatan edukasi berbasis riset. Kedua, harus segera dilakukan revitalisasi dan optimalisasi badan pengelola.
Ketiga, harus dilaksanakan pembelajaran manajemen agar badan pengelola memungkinkan memahami dan melaksanakan prinsip UNESCO GLOBAL Geopark (UGGp). Keempat, harus ada perbaikan visibilitas, yakni dengan dia pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi.
“Status global geopark adalah pemuliaan lingkungan, pemuliaan ekosistem, mustahil kami dapat dan pertahankan status global geopark jika ekosistemnya rusak, maka hutan di daerah tangkapan tidak keruh di wilayah Danau Toba harus dilindungi,” pungkasnya.
