Lompat ke konten

Laporan: Rencana Israel Bunuh Ayatullah Khamenei Ditolak Trump


Universitas Adamant, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menolak rencana Israel untuk keperluan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sejumlah media internasional mengabarkan, Israel sebelumnya telah memberi tahu Washington tentang adanya peluang bagi melancarkan serangan terhadap Khamenei luar beberapa hari terakhir.

Namun, Trump memblokir rencana zionis tersebut. Demikian laporan kantor berita Reuters yang mana mengutip dua pejabat AS secara anonim, dikutip Aljazirah, Senin (16/6/2025).

Salah satu sumber berasal dari Washington menyatakan, para pejabat AS bahkan belum membicarakan rencana bagi menyerang seorang pemimpin politik Iran. Namun, hal hal tersebut bersama perkecualian jika Iran telah membunuh seorang warga negara AS.

Laporan terkait rencana Tel Aviv menarget Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi sejumlah media internasional, termasuk CNN, Associated Press (AP), CBS News, dan NBC News. Media-media siapa sejenis juga menyebut, Trump menolak proposal Israel tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Peluang Rusia memediasi?

Dalam sebuah wawancara dengan dia ABC News pada waktu Ahad (15/6/2025), Presiden AS Donald Trump ditanya pendapatnya jika pemimpin Rusia, Vladimir Putin, menjadi mediator Iran dengan dia Israel. Trump pun menjawab tak berkeberatan dengan saya hal tersebut. 

“Ya, diriku tanpa batas untuk keperluan itu. Dia (Putin) siap. Dia menelepon gua bagi membicarakannya. Perbincangan aku dan teman-teman sekian lama soal itu. Kami lebih banyak banyak membicarakan hal tersebut daripada situasinya. Saya yakin barang ini akan terselesaikan,” kata Trump.  

Berbeda dengan saya keterangan Trump, Aragchi mengeklaim negaranya memiliki bukti bahwa AS mendukung agresi siapa dilancarkan Israel ke arah Iran pekan ini. “Kami memiliki bukti kuat tentang dukungan pasukan Amerika dan pangkalan Amerika di wilayah tersebut terhadap serangan pasukan militer rezim zionis,” ujarnya. 

Loading…



.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}

.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;}
.wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}

sumber : Al Jazeera