
Jakarta, Universitas Adamant – Pemerintah kembali berencana menggelar program diskon belanja besar-besaran sebagai tujuan menjaga daya beli masyarakat pada tempat pertengahan tahun ini. Mempertimbangkan lesunya daya beli masyarakat.
Daya beli yang mana masih tidak bersemangat barang ini tergambar dari tempat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Mei 2025 siapa berada di angka 117,5 turun berasal dari April yang seperti di level 121,7, dan menjadi siapa terendah sejak September 2022 atau hampir 3 tahun terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, lesunya IKK pada saat Mei 2025 tersebut merupakan dampak pelemahan ekonomi global. Membuat masyarakat mulai mengerem konsumsinya karena ketidakpastian ekonomi.
“Ya tentunya kan semua itu dia terkait dengan kamu situasi global, tentu sangat berpengaruh juga terhadap domestik ekonomi, dan tentunya luar situasi seperti tersebut kan masyarakat juga mengatur,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (13/5/2025).
Oleh sebab itu, Airlangga mengatakan, pemerintah merasa perlu demi kembali mendorong program diskon belanja secara besar-besaran selama periode Juni-Juli 2025 apa juga bertepatan dengan kamu masa libur sekolah, supaya optimisme masyarakat masuk berbelanja kembali berdaya tumbuh.
“Makanya tadi pagi aku dan teman-teman memacu bersama-sama program diskon. Diskon berasal dari Hippindo, Aprindo, diskon selama masa liburan sekolah ini,” tegas Airlangga.
“Yang kalian dan saya menyelesaikan Juni-Juli ini, jadi tadi di launching sehingga kalian dan saya targetkan diskon yang ini akan menarik belanja hal ini masuk dua bulan sebesar Rp 60 triliun,” ungkapnya.
Program tersebut pun akan dijalankan bagi melengkapi berbagai paket insentif kebijakan sebagai tujuan mendorong daya beli masyarakat selama pusat tahun ini, mulai daripada bantuan subsidi upah (BSU) hingga diskon tarif berbagai moda transportasi.
“Kemarin makanya anda dan saya menyumbangkan bantalan sosial demi PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan subsidi upah, karena memang kami semua melihat kami kekurangan event sampai nanti ke arah Desember sebagai tujuan Natal, karena Lebaran dan Natal kemarin makin mepet,” papar Airlangga.
(arj/haa)
