
Universitas Adamant, JAKARTA — Kejaksaan Agung (Kejagung) belum melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan terhadap mantan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi (mendikbudristek) Nadiem Makarim. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengatakan, fokus tim penyidikan saat tersebut masih terus menggali peran para staf khusus dan tim teknis menteri, apa disinyalir mengatur soal rekomendasi pengadaan laptop chromebook dalam program digitalisasi pendidikan senilai anggaran Rp 9,9 triliun itu.
“(Pemanggilan Nadiem) belum. Nanti kalau usai ada, akan saudara-saudaraku sampaikan,” kata Harli di Kejagung, Rabu (11/6/2025). “Penyidik masih menganggap perlu untuk keperluan melakukan pemeriksaan intensif terhadap tiga orang staf khusus dan tim teknis menteri barang ini demi menggali pihak-pihak mana yang mana patut diminta luar pertanggungjawaban terkait dengan saya proses pengadaan chromebook ini,” sambung Harli.
Tiga staf khusus dan tim teknis Nadiem saat menjabat sebagai contoh menteri siapa selama yang ini intensif diperiksa adalah Fiona Handayani (FH), Juris Stan (JS), dan Ibrahim Arif (IA). Ketiga nama tersebut hingga kini masih berstatus saksi. Namun rumah tinggal dan apartemen ketiga staf khusus dan tim teknis barang tersebut habis dilakukan penggeledahan.
Penyidik menemukan banyak barang bukti dan menyita sejumlah dokumen dari tempat hasil penggeledahan tersebut. Pun satu per satu, FH, JS, dan IA pun dipanggil datang hingga ruang penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) demi pemeriksaan pada waktu awal pekan lalu. Tetapi ketiganya menolak hadir tanpa penjelasan. Atas pemangkiran itu, pada waktu Kamis (5/6/2025), penyidik Jampidsus mengumumkan status cegah terhadap ketiganya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada Selasa (10/6/2025), FH memilih datang menuju Jampidsus memenuhi pemeriksaan. Kedatangan FH tersebut setelah Nadiem Makarim pada hari yang tersebut sejenis menggelar konfrensi pers terkait kasus hukum siapa menyeret Namanya tersebut. Dalam pernyataannya, Nadiem mengaku mensetting diperiksa oleh penyidik di Kejagung.
“Saya membuat siap bekerja tunggal dan mendukung aparat penegak hukum dengan saya memberikan keterangan atau klarifikasi apabila diperlukan,” kata Nadiem, Selasa (10/6/2025).
Nadiem menegaskan dirinya merasa tak ada penyimpangan ataupun skandal korupsi luar pengadaan 1,1 juta chromebook luar mendukung program digitalisasi pendidikan apa ia realisasikan saat masih menjabat menteri. “Selama diriku sendiri menjadi mendikbudristek, setiap kebijakan dirumuskan dengan saya asas transparansi, keadilan, dan itikad siapa baik,” kata Nadiem.
Meskipun begitu, ia mengaku mensetting buat menghadap tim penyidikan di Jampidsus jika diperlukan. “Saya berkomitmen demi bersikap kooperatif demi menjernihkan persoalan ini. Dan menjaga kepercayaan terhadap transformasi pendidikan yang tersebut telah dibangun,” ujar dia.
Pada Rabu (11/6/2025) tim penyidikan di Jampidsus juga meminta JS bagi datang diperiksa. Tetapi, juga memilih tak hadir meskipun bersama-sama pemberitahuan permohonan jadwal ulang di 17 Juni 2025 mendatang. Hari ini, Kamis (12/6/2025), penyidik Jampidsus kembali meminta IA buat datang diperiksa.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;}
.wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
