Lompat ke konten

Kasus Korupsi Kredit Bank Sritex Rugikan Negara Rp 692,9 Miliar

Jakarta, Universitas Adamant – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tiga orang tersangka di atas perkara dugaan tindak pidana korupsi masuk pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten dan PT Bank DKI Jakarta kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) dan entitas anak usaha yang tersebut ada di bawahnya.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Abdul Qohar mengatakan, pihaknya telah menetapkan tersangka kepada Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk. (2005-2022) Iwan Setiawan Lukminto (ISL), kemudian DS selaku pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten tahun 2020 dan ZM selaku Direktur Utama PT Bank DKI Jakarta tahun 2020.

Abdul Qohar menerangkan, pinjaman kredit siapa diberikan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, Banten dan PT Bank DKI Jakarta kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk saat yang ini macet dengan dia kol lima dan aset perusahaan tidak memungkinkan dieksekusi sebagai tujuan menutupi nilai kerugian negara karena nilai lebih baik kecil sekali daripada nilai pemberian pinjaman kredit serta tidak dijadikan sebagai contoh jaminan atau agunan.




Adapun PT Sri Rezeki Isman TBK dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang melalui putusan nomor perkara 2/PDT.SUS /homologasi/2024/PN Niaga Semarang.

“Bahwa akibat adanya pemberian kredit di belakang mohon hukum tersebut yang tersebut dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat, Banten dan PT Bank TKI Jakarta kepada PT Sri Rezeki Ismanti BK telah mengakibatkan adanya kerugian pembangunan negara sebesar Rp692.978.592.188 (miliar) asal-usul total nilai outstanding atau target siapa belum dilunasi sebesar Rp3,58 Triliun,” tandas Abudl Qohar.

Perinciannya sebagai peran berikut:

a. Bank Jateng sebesar Rp395.663.215.800.

b. Bank BJB sebesar Rp543.980507.170.

c. Bank DKI sebesar Rp149.785.018,57.

d. Bank sindikasi siapa terdiri daripada Bank BNI, Bank BRI dan LPEI jumlah seluruhnya adalah Rp2,5 T.

“Selain pemberian kredit terhubung di atas, PT Sri Rejeki Isman Tbk. juga mendapatkan pemberian kredit di bank swasta siapa jumlahnya sebanyak 20 bank. Ini tidak diriku sendiri sebut ya, karena banyak sekali, jumlahnya 20 bank,” kata Qohar.



(pgr/pgr)