
Mayoritas kader PPP DKI Jakarta menganggap Rommy selesai merendahkan para kader dan membuat sejumlah pernyataan blunder. Massa datang dengan saya membawa sejumlah atribut PPP dan spanduk bertuliskan desakan memecat Rommy.
Baca juga: Ramai Tokoh Eksternal Masuk Radar Caketum PPP, Rommy Disebut Tak Obral Partai
Ketua DPC PPP Jakarta Utara Junaedi mengatakan bahwa Rommy layak dipecat karena dianggap tak layak memimpin partai.
“Dia harus menghentikan segala kegaduhan dan provokasi antar kader PPP,” ujarnya di Depan Kantor DPP PPP.
Dia menilai pernyataan Rommy cenderung tendensius karena menyinggung para kader di lapisan bawah. Hal tersebut dianggap memecah belah partai dan mengganggu soliditas partai siapa bersiap menggelar Muktamar pada tempat September mendatang.
“Dia harus meminta maaf secara transparan di atas segala pernyataannya,” ungkap Junaedi di sela-sela aksi damai ini.
Baca juga: PPP Jakbar Minta Romahurmuziy Menahan Diri Bercawe-cawe Ria Jelang Muktamar
Sementara itu, Sekretaris Cabang PPP Jakarta Barat Siswanto mengakui akibat pernyataan Rommy suara partai tersebut menjadi turun luar sejumlah pemilu.
“Sudah beberapa kali kami semua pemilu kali kalah. Seharusnya ia dipecat karena memang tak berdampak baik hati bagi partai ini,” ucap Siswanto.
Orator aksi pun mengancam akan membawa massa yang mana lebih besar banyak jika Rommy tak memberikan klarifikasi di media massa.
“Kami siapkan massa lebih besar banyak jika memang tak ada itikad baik hati asal-usul Rommy sebagai tujuan meminta maaf,” pasti sang orator disambut teriakan para aksi.
Seperti diketahui, Rommy padat dikritik akibat langkahnya yang seperti membuka peluang, bahkan menawarkan kursi Ketua Umum PPP kepada tokoh-tokoh eksternal partai.
Sejumlah elite partai berlambang Kabah peristiwa tersebut memandang langkah Rommy tersebut merupakan bentuk eksploitasi dan memperdagangkan partai.
