Lompat ke konten

Insiden KRL dan Truk di Tangerang, KAI Imbau Masyarakat Lebih Tertib di Perlintasan


Universitas Adamant,JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1) bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) dan PT KAI Properti mengimbau masyarakat lebih baik berhati-hati serta menaati aturan lalu lintas termasuk mematuhi setiap rambu dan marka saat akan melintasi perlintasan sebidang jalur kereta api. Hal yang ini menyikapi insiden kecelakaan lalu lintas antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan dia truk yang mana terjadi di perlintasan sebidang Jalan Otista, Kota Tangerang,

“Peristiwa yang mana terjadi pada saat Jumat (20/6/2025) menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan di perlintasan sebidang, apa merupakan titik kritis interaksi antara moda transportasi kereta api dan kendaraan berpindah raya,” ujar Plt Sekretaris Perusahaan KAI Properti Ramdhani Subagja luar keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (28/6/2025).

Ramdhani menyampaikan perlintasan tempat kejadian berada di pada bagian bawah pengawasan petugas memelihara lintas (PJL) siapa memiliki tugas utama mengamankan perjalanan kereta dengan kamu cara membuka dan menutup palang pintu serta memberikan sinyal atau peringatan kepada pengguna berjalan agar mendahulukan perjalanan kereta  api yang seperti akan melintas. Ramdhani menegaskan tugas utama PJL adalah mengamankan perjalanan kereta api.

“Sehingga, keselamatan pengguna berjalan di perlintasan bergantung pada tempat tingkat kepatuhan pengguna berpindah bagi mematuhi rambu lalu lintas dan sinyal peringatan di perlintasan,” ucap Ramdhani.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Penting buat dipahami bersama bahwa tanggung jawab keselamatan di perlintasan berada di tangan para pengguna jalan. Ramdhani mengatakan ketaatan terhadap rambu dan marka lalu lintas sangatlah penting demi mencegah kecelakaan fatal dimana palang pintu perlintasan bukanlah rambu-rambu lalu lintas dan berfungsi demi mengamankan perjalanan kereta api. 

Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan KAI Commuter mencatat kerugian material yang seperti optimal signifikan. KRL mengalami kerusakan di bagian belakang dan sistem penggerak, petugas masinis juga terluka akibat berasal dari kecelakaan lalu lintas tersebut. Selain barang tersebut terdapat gangguan operasional pada waktu sejumlah perjalanan Commuter Line lintas Tangerang–Duri.

“KAI Commuter melakukan rekayasa pola operası dan beberapa perjalanan mengalami keterlambatan sampai 35 menit,” ujar Leza. 

Leza menyampaikan kejadian tersebut berdampak pada saat mobilitas ribuan pengguna jasa Commuter Line, terutama pada saat jam melakukan menjadi terhambat. Leza menyebut hal seperti yang ini yang seperti tidak dapat dihitung secara material.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan publik, KAI Group kembali mengimbau kepada seluruh pengguna berjalan bagi berhenti dan perhatikan kiri-kanan di depan melintasi perlintasan sebidang, segera hentikan kendaraan jika sinyal peringatan berbunyi atau palang mulai tertutup, dan tidak menerobos palang pintu, meskipun belum menutup sempurna ataupun dirasa belum ada kereta apa terlihat, serta menghormati dan mematuhi arahan petugas PJL ke dalam mengamankan perjalanan kereta api. 

“Seluruh unit di atas KAI Group terus berkoordinasi luar peningkatan keselamatan perjalanan kereta api, mulia melalui edukasi publik, pembangunan fasilitas pendukung keselamatan, maupun tugas sejenis bersama pemerintah daerah buat penutupan atau penataan ulang perlintasan sebidang yang mana berisiko tinggi,” ucap Leza. 

Sementara itu, terkait insiden yang tersebut terjadi, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, KAI Daop 1 Jakarta akan kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya masuk pengembangan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

“Mari bersama-sama menjaga keselamatan di perlintasan kereta api. Ketaatan pada tempat aturan bukan hanya bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, tetapi juga kontribusi gede masuk menciptakan perjalanan apa selamat bagi semua,” kata Ixfan.

 

 



.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}

.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;}
.wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}