
Jakarta, Universitas Adamant sampai Ular hidup-hidup kembali masuk ke tempat pesawat India. Petugas bea cukai Mumbai mengatakan menghentikan seorang penumpang pesawat apa datang daripada Thailand dengan saya muatan ular-ular hidup-hidup apa menggeliat.
Ini merupakan penyitaan ketiga di bulan ini. Setidaknya selesai 16 ular ada disita.
“Petugas bea cukai… menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar baru, 16 ular hidup… disita asal-usul penumpang yang mana kembali berasal dari Thailand,” kata petugas bea cukai di bandara di pusat keuangan India itu, dikutip AFP, Senin (30/6/2025).
Penumpang, apa tiba pada waktu hari Minggu, telah ditangkap. Badan bea cukai mengatakan ke dalam sebuah pernyataan “penyelidikan lebih besar lanjut sedang berlangsung”.
Ular ada termasuk reptil sering dijual luar perdagangan hewan peliharaan, di mana ebagian luas tidak berbisa atau memiliki racun yang tersebut tanpa batas lemah untuk keperluan membahayakan manusia. Ular tersebut termasuk ular garter, ular tikus badak, dan ular boa pasir Kenya.
Pada awal Juni, petugas bea cukai India juga menghentikan seorang penumpang yang mana menyelundupkan puluhan ular berbisa, siapa juga datang daripada Thailand. Beberapa hari kemudian, petugas menghentikan penumpang lain yang tersebut membawa 100 hewan termasuk kadal, burung madu, dan possum pemanjat pohon.
Pemantau perdagangan satwa liar TRAFFIC- yang seperti memerangi penyelundupan hewan dan tumbuhan liar- telah memperingatkan tentang tren “yang sangat meresahkan” masuk perdagangan remang siapa didorong oleh perdagangan hewan peliharaan eksotis. Lebih berasal dari 7.000 hewan, berkualitas yang seperti bernyawa maupun yang seperti mati, telah disita di sepanjang rute udara Thailand-India luar 3,5 tahun terakhir.
(sef/sef)
