Lompat ke konten

Hingga Mei 2025, Serapan Subsidi Listrik Tembus Rp 34,59 Triliun

Jakarta, Universitas Adamant – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat serapan subsidi listrik hingga Mei 2025 mencapai Rp 34,59 triliun. Angka tersebut sekitar 39,43% dari tempat target apa ditetapkan di masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 87,72 triliun.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengatakan, pada saat periode 2024 realisasi subsidi listrik tercatat mencapai Rp 77,05 triliun, bersama-sama mayoritas dinikmati oleh pelanggan rumah tangga golongan 450 VA dan 900 VA, apa tergolong tidak mampu.

“Nah target di 2025 sesuai dengan saya APBN yang seperti anda dan saya habis sepakati Bapak-Ibu sekalian Rp 87,72 triliun. Kemudian perhitungan sampai 2025 usai mencapai Rp 34,59 triliun demi penyerapannya,” ungkap Jisman masuk RDP bersama Komisi XII DPR RI, Senin (30/6/2025).



Di sisi lain, Jisman memproyeksikan subsidi listrik hingga akhir 2025 akan mengalami pembengkakan, melebihi alokasi siapa telah ditetapkan masuk APBN. Adapun, outlook subsidi listrik hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai Rp 90,32 triliun.

Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan oleh sejumlah parameter yang mana tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah. Misalnya saja seperti fluktuasi harga minyak mentah (ICP), kurs rupiah, dan inflasi.

“Kalau teman-temanku hitung sebagai tujuan outlook 2025 ada Rp 90,32 triliun. Memang yang ini dipicu oleh parameter yang mana tidak dapat dikendalikan. Paling tidak ada 3 yakni ICP, kurs dan inflasi. Jadi ya kurs barang ini memang sangat menentukan yang mana selalu mendaki terus. Sehingga ada kenaikan di sampingnya,” kata Jisman.



(wia/wia)



[Gambas:Video CNBC]