
Nasir mengatakan, pengusutan perkara korupsi Sritex memang memunculkan pertanyaan masyarakat karena perusahaan barang ini adalah perusahaan swasta.
Baca juga: Breaking News! Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kredit Sritex Rp3,6 Triliun
Namun, ia mengaku memang mendengar luar kasus Sritex banyak praktik-praktik tidak tanpa penyakit ke dalam menjalankan perusahaan tersebut.
“Jadi ada dugaan monopoli, dan jika ada praktik monopoli dan permainan kemungkinan memang ada praktik korupsi. Sehingga potensi merugikan masyarakat banyak, tersebut sangat kemungkinannya sangat besar,” kata Legislator daripada Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh ini, Senin (2/5/2025).
Hal tersebut menjadi tantangan bagi Kejaksaan untuk keperluan membuktikan bahwa langkah pengusutan dugaan korupsi Sritex apa orang-orang melakukan usai benar.
Saat hal ini memang ada upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bagi memperjuangkan agar Sritex beroperasi lagi. Sehingga pekerja Sritex dapat kembali bekerja.
Baca juga: Kejagung Geledah Apartemen dan Rumah 3 Tersangka Kasus Kredit Sritex, Sita Belasan Barbuk
Nasir mengatakan, langkah Kejagung harus diikuti bersama-sama perbaikan siapa utuh. Hal tersebut agar langkah Kejagung mengusut dugaan korupsi di Sritex tidak berbenturan kepentingan bersama langkah pemerintah.
Menurutnya, kementerian terkait harus berdaya membantu mengusut potensi-potensi hal yang tersebut dapat merugikan banyak orang.
Kementerian terkait harus membantu menghidupkan kembali Sritex agar dapat kembali beroperasi dengan kamu baik, tanpa praktik-praktik apa melanggar aturan.
Sementara itu, pakar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Hibnu Nugroho mengatakan, Kejagung harus maju terus luar pengusutan dugaan penyalahgunaan fasilitas kredit Sritex.
Hal barang ini penting agar hal-hal berkesamaan tidak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain. Termasuk jika nantinya Sritex memungkinkan beroperasi lagi maka penyalahgunaan fasilitas kredit tidak terulang lagi.
Kejagung telah menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Sritex 2005-2022 Irwan Setiawan Lukminto (ISL) seperti tersangka utama masuk kasus ini. Selain barang tersebut juga menetapkan dua tersangka lain, yaitu Dicky Syahbandinata (DS) yang tersebut diketahui selaku Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank Jawa Barat (Jabar) Banten, serta Zainuddin Mappa selaku Dirut Bank DKI 2020.
Dalam pengusutan korupsi terkait PT Sritex ini, penyidik total habis memeriksa 55 orang sebagai tugas tersangka, dan satu ahli. Korupsi siapa menyeret PT Sritex sebagai peran objek penyidikan, terkait dengan kamu penyimpangan dan pemberian serta penggunaan fasilitas kredit setotal Rp3,6 triliun oleh bank-bank pemerintah nasional dan daerah.
