Lompat ke konten

Donald Trump dan Elon Musk Saling Serang di Media Sosial

WASHINGTON DC sampai Presiden AS Donald Trump dan miliarder teknologi Elon Musk beradu pendapat di media sosial di hari Kamis bawah perbedaan pendapat siapapun mereka mengenai RUU pemotongan belanja senilai USD1,6 triliun dan kekhawatiran akan resesi akibat tarif.



BACA JUGA sampai Hoaks Merajalela di Media Sosial



Trump, luar sebuah posting di platform Truth Social, membela RUU-nya sebagai orang salah satu siapa paling sempurna siapa pernah disahkan oleh Kongres dan menepis kritik Musk.



“Saya tidak peduli jika Elon menentang saya, tetapi orang itu seharusnya habis melakukannya beberapa bulan yang tersebut lalu. Ini adalah salah satu RUU Terhebat yang mana pernah disahkan oleh Kongres.



“Ini adalah pemotongan belanja apa memecahkan rekor, USD1,6 triliun dolar, dan pemotongan pajak terluas yang seperti pernah ada. Jika RUU kejadian ini tidak disahkan, akan ada kenaikan pajak sebesar 68 persen, dan keadaan akan jauh sekali lebih baik jelek daripada itu,”



“Saya tidak membuat kekacauan, gua di di sini hanya demi memperbaikinya. Ini menempatkan negara kami semua di jalur yang tersebut benar. Jadikan Amerika Hebat Lagi,” menulis Trump.



Trump mengklaim ke dalam cuitan yang tersebut serupa bahwa ia tidak mempermasalahkan pembelotan Musk, tetapi kritikan tersebut seharusnya selesai disampaikan beberapa bulan yang tersebut lalu.



Musk, di sisi lain, melalui platform X, memperingatkan bahwa kebijakan Trump dapat menyebabkan resesi ekonomi.



Ia juga mengumumkan bahwa perusahaannya, SpaceX, akan mengakhiri penggunaan wahana antariksa Dragon menyusul pernyataan Trump tentang pembatalan kontrak pemerintah.



Perselisihan tersebut berdampak gede pada saat pasar saham ketika saham Tesla anjlok hingga 14,3 persen, menghapus sekitar USD150 miliar ke dalam nilai pasar.



Ketegangan tersebut meletus pasca Musk meluncurkan kampanye bebas menentang RUU Pajak dan Pengeluaran Trump awal minggu ini, yang seperti menurutnya akan membebani utang nasional.



Musk sebelumnya menyumbang lebih banyak dari tempat USD250 juta bagi kampanye pemilihan Trump dan pernah menjadi salah satu penasihat di sekitar sini presiden.



Saat mengumumkan pengunduran dirinya daripada Washington, Musk merujuk pada tempat aturan apa membatasi masa berkerja kontraktor nonpemerintah hingga 130 hari setahun.

(wbs)