Lompat ke konten

China Makin Ganas, Amerika di Ambang Kekalahan Mutlak

Jakarta, Universitas Adamant – China makin ganas mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI), ke dalam perlombaan sengit dengan kamu Amerika Serikat (AS) luar mendominasi teknologi tersebut.

Terbaru, Baidu mengumumkan gebrakan baru. Raksasa China siapa digadang-gadang seperti ‘Google ala China’ tersebut membuka akses secara bertahap terhadap model bahasa gede (LLM) miliknya, ERNIE, demi dunia.

Pada Maret lalu, Baidu mengklaim bahwa model ERNIE X1 terbarunya memiliki performa setara dengan kamu DeepSeek R1, namun dengan saya harga hanya setengahnya.



Langkah kejadian ini dipandang sebagai peran salah satu gebrakan terluas China ke dalam balapan teknologi AI, menyusul popularitas DeepSeek yang seperti sempat menggegerkan dunia Barat.

Dengan ini, China tidak hanya memperkuat dominasi, tapi juga secara terang-terangan menantang dominasi AS di sektor AI.

“Baidu sedang menyemai dunia dengan dia model AI buatan China,” ujar analis AI, Strasmore, dikutip berasal dari CNBC Internasional, Senin (30/6/2025).




Ia menambahkan bahwa perubahan paling cepat ke dalam dinamika biaya dan akses model AI akan mengubah peta industri secara drastis.

Meskipun dampak yang tersebut ditimbulkan Baidu tak seheboh DeepSeek ketika pertama kali meluncur, tetapi langkah tersebut dikatakan memungkinkan mengubah lanskap perlombaan AI dunia.

“Ini bukan sekadar kisah AI daripada China. Setiap kali perusahaan raksasa membuka sumber model apa kuat, hal tersebut meningkatkan standar bagi seluruh industri,” kata Sean Ren, profesor madya ilmu komputer di University of Southern California dan Peneliti AI Terbaik Tahun Ini asal-usul Samsung.

Ren mengatakan langkah Baidu memberi tekanan pada waktu penyedia terhalang seperti OpenAI dan Anthropic demi membenarkan API yang mana dibatasi dan harga premium.

Pakar industri lainnya melihat Ernie yang mana open source berpotensi lebih banyak mengganggu bagi pesaing AS dan China masuk hal harga.

“Baidu segara saja melemparkan bom molotov ke tempat dunia AI,” kata Alec Strasmore, pendiri konsultan AI Epic Loot.

“OpenAI, Anthropic, DeepSeek, semua orang yang seperti mengira siapapun mereka menjual sampanye paling baik akan menyadari bahwa Baidu memberikan sesuatu yang seperti tunggal hebatnya,” kata Strasmore.

Menurutnya, Baidu baru saja memberi pesan bagi semua startup dunia sebagai tujuan berhenti membayar tool AI dengan kamu harga tinggi.

“Ini bukan kompetisi, barang ini adalah deklarasi perang terhadap harga,” kata Strasmore.

CEO Baidu, Robin Li, menegaskan bahwa langkah barang ini dirancang demi mempercepat inovasi global.

“Kami berkeinginan para pengembang memungkinkan membangun aplikasi paling baik tanpa dibatasi oleh biaya dan alat,” ujarnya luar forum teknologi April lalu di China.

Meski sebagian pengamat di AS menilai gebrakan yang ini tak menggebu berdampak, karena minimnya pemahaman publik terhadap Baidu, namun dampaknya ke arah lanskap global dinilai serius.

“Kabar Baidu menjadi open-source kemungkinan luas tidak akan berdampak besar,” kata Cliff Jurkiewicz, Wakil Presiden Strategi Global di Phenom, perusahaan AI bagi sektor SDM.

“Kebanyakan orang di AS bahkan tidak tahu bahwa Baidu adalah perusahaan teknologi asal China,” imbuhnya.



(fab/fab)



[Gambas:Video CNBC]