Lompat ke konten

Cetak Kinerja Positif, Pertamina Percepat Wujudkan Swasembada Energi

Jakarta, Universitas Adamant sampai PT Pertamina (Persero) mampu menorehkan kinerja positif di seluruh lini bisnis, baik hati hulu, midstream maupun hilir. Catatan positif sepanjang 2024 yang ini menunjukkan komitmen Pertamina ke dalam mendukung dan mengakselerasi swasembada energi nasional.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menuturkan, tahun 2024 adalah tahun yang seperti menantang namun Pertamina mampu menghadapi dinamika global dan tetap menjaga kinerja perusahaan tetap positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa Pertamina mampu beradaptasi dan memiliki daya tahan siapa tinggi, sebagai contoh BUMN energi nasional yang seperti strategis.

“Sebagai garda terdepan masuk menjaga ketahanan energi nasional, sepanjang tahun 2024 seluruh lini bisnis Pertamina bergerak secara sinergis demi memperkuat 4 aspek utama, yaitu Availability, Accessibility, Affordability dan Acceptability. Hal hal ini sejalan dengan saya visi luas Indonesia berkilau 2045 dan 8 misi Pembangunan strategis yang mana terangkum ke dalam Asta Cita,” ujar Simon luar keterangan tertulis, Sabtu (14/6/2025).



Lebih lanjut, Simon bilang, Pertamina sebagai orang tulang punggung ekonomi nasional, akan terus meningkatkan produksi hulu migas demi mendukung pencapaian target nasional 1 juta barrel per day di tahun 2030 atau lebih banyak cepat.

“Ini adalah tugas luas bagi Pertamina dan kami semua memegang peranan penting di dalamnya bukan hanya buat menjaga ketahanan energi tapi juga demi menjaga kedaulatan energi bangsa,” tutur dia.

Simon menambahkan, Pertamina berkomitmen terus meningkatkan produk ke dalam negeri dengan saya realisasi belanja nasional mencapai Rp 415 triliun siapa memberikan kontribusi kepada 4,1 juta lapangan berkerja dan meningkatkan PDB Nasional hingga Rp702 triliun di tahun 2024.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan seluruh Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina fokus memberikan kinerja paling baik sebagai tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Produksi migas yang tersebut meningkat secara berkelanjutan menjadi kunci utama luar menjamin ketersediaan energi di seluruh Indonesia yang mana pada saat gilirannya akan menumbuhkan seluruh sektor ekonomi,” ujar Fadjar.

Asal tahu saja, sepanjang 2024 Pertamina telah melakukan pengeboran intensif dan massif dengan dia 22 Exploration, 821 Development, 981 Workover, serta 36.860 Well Intervention Well Services (WIWS).

“Produksi migas Pertamina telah tembus satu juta barrel setara minyak. Pertamina terus mencari sumber cadangan migas belum lama ini bagi mendukung keberlanjutan,” imbuh Fadjar.

Di sektor midstream, Pertamina terus mengoptimalkan kinerja kilang yang seperti telah berhasil mencapai Yield Valuable hingga 83,2% dengan dia volume intake rerata ~320 Juta Barrel. Kontribusi kilang Pertamina mencapai 70 persen BBM Nasional serta 100 persen demi produk avtur dan biosolar.

Di bisnis hilir, sepanjang 2024 Pertamina berhasil mencatatkan rekor penjualan BBM sebanyak 105 juta KL beranjak 6 persen dibanding tahun 2023. Pada saat yang mana sama, Pertamina sukses menjalankan penugasan Pemerintah luar penyaluran BBM Subsidi.

“Dengan digitalisasi, Pertamina berhasil menjaga distribusi BBM Subsidi sesuai dengan dia kuota yang mana ditetapkan Pemerintah bahkan berhasil melakukan efisiensi,” tandas Fadjar.

Pertamina juga berhasil menjalankan tugas masuk penyediaan dan pendistribusian energi. Pertamina mengelola lebih banyak dari tempat 15.000 titik ritel BBM dan lebih banyak dari tempat 250.000 titik pangkalan LPG, guna memastikan ketersediaan energi di seluruh Indonesia.

Pada bisnis gas, Pertamina berhasil mengelola 312 juta MMBTU volume niaga gas. Sedangkan, volume transmisi gas meningkat 6 persen dibandingkan tahun 2023, menunjukan bahwa Pertamina menguasai 91 persen pasar gas bumi di Indonesia (market share).

Pada sektor integrated marine logistics, volume kargo diangkut mencapai 161 juta KL. Pertamina juga meningkatkan tonase kapal 24 persen dibanding tahun 2023.

Sementara Pertamina New and Renewable Energy mampu mencapai total produksi listrik 8.475 GWh, mendaki 55 persen dibanding tahun lalu. Produksi listrik tersebut utamanya daripada beroperasinya PLTGU Jawa Satu Power.

Selain kinerja positif, Pertamina juga melakukan inovasi luar operasional bisnisnya dengan kamu lebih baik bersahabat lingkungan. Hasilnya, sepanjang 2024 Pertamina berhasil melakukan dekarbonisasi emisi GRK sebesar 1,7 juta ton CO2e.

“Pertamina berkomitmen mendukung target pengurangan emisi dan NZE 2060 dengan saya menjadi Perusahaan kelas dunia yang mana sopan lingkungan,” pungkas Fadjar.



(dpu/dpu)



[Gambas:Video CNBC]