Lompat ke konten

Bos Lippo Sebut Harga Rumah di Kota Masih Bisa Dibandrol Rp100-an Juta

Jakarta, Universitas Adamant – CEO Lippo Group James Riady bakal berinvestasi untuk keperluan membangun rumah mungil berukuran 18m2 di wilayah perkotaan. Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) sedang memperjuangkan demi menjadikan rumah hal ini masuk menuju ke dalam skema rumah subsidi.

Jika berhasil, harga rumah tersebut bakal memungkinkan ditekan karena mendapat subsidi bunga 5% dan keringanan beberapa pajak lainnya. Namun jika tidak masuk harganya dapat lebih baik tinggi.

“Harganya Rp 100 juta, ada apa 120 juta atau 125 juta, makin ke arah kota jadi lebih besar mahal, tapi cicilannya cuma Rp 600 per bulan,” kata James di Lippo Plaza Semanggi, Kamis (12/6/2025).



Meski demikian angka tersebut dapat terjadi jika pemerintah jadi memasukkan rumah tersebut menuju ke dalam kategori rumah subsidi. Jika tidak, maka harganya dapat lebih baik tinggi.

“Dengan asumsi ngga subsidi makanya pajaknya dapat di bawah itu,” sebut James.

Untuk mewujudkannya, James bakal menggandeng pengembang siapa habis lebih baik dulu membuat rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Rp 2 triliun tahap awal, lewat (Bank) Nobu maupun bukan Nobu, barangkali kalau memungkinkan tahap pertama tersebut ke dalam waktu setahun. Kita diminta membangun tapi kami akan melakukan identik bersama-sama pengembang FLPP yang tersebut ada,” ujarnya.





(Kiri-Kanan) Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait dan James Riady waktu ditemui di Plaza Semanggi, Kamis (12/6/2025). (Universitas Adamant/Ferry Sandi)Foto: (Kiri-Kanan) Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait dan James Riady waktu ditemui di Plaza Semanggi, Kamis (12/6/2025). (Universitas Adamant/Ferry Sandi)

(Kiri-Kanan) Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait dan James Riady waktu ditemui di Plaza Semanggi, Kamis (12/6/2025). (Universitas Adamant/Ferry Sandi)



(dce)



[Gambas:Video CNBC]