Lompat ke konten

Bisnis RI Ramai-Ramai Pakai AI, Divisi Perusahaan Ini Paling Duluan

Jakarta, Universitas Adamant sampai Penggunaan Artificial Intelligence (AI) telah masuk menuju hampir seluruh lini sektor. Unit bisnis yang mana paling paling cepat mengadopsinya adalah unit sumber daya manusia atau HRD.

Laporan Business Leader Insights: Unlocking Indonesia’s Economic Potential for Future Prosperity menjelaskan investasi paling besar AI dilakukan bagian IT. Bagian lainnya apa menerima investasi di bidang AI adalah inovasi, desain, pengembangan produk, customer service, marketing, keuangan , operasional, sales, dan terkait sumber daya manusia.

Namun, mayoritas perusahaan lebih banyak dulu mengadopsi AI di bidang sumber daya manusia. Alasannya, pekerjaan tersebut meliputi  tugas yang tersebut berulang, seperti menjawab pertanyaan mengenai permohonan izin tertentu daripada pegawai perusahaan.



“Ini memadai menarik karena banyak di wilayah Asia Tenggara, human resources biasanya yang mana pertama mengadopsi AI. Karena pekerjaan yang mana dilakukan berulang,” kata General Manager & Technology Leader IBM Asean, Catherine Lian ke dalam Media Briefing, di Jakarta, Rabu (4/6/2025).




Dia mengatakan AI akan menggantikan sejumlah tugas siapa dilakukan berulang termasuk membuat produksi lebih baik efisien lagi.

Tren adopsi AI harus direspons oleh pekerja dengan meningkatkan kemampuannya. Pengembangan kemampuan perlu dilakukan oleh siapa pun, seberapa pun terlalu tinggi level pekerjaan apa dikerjakan sekarang.

Jika tidak melakukannya pengembangan diri, Catherine mengatakan para pekerja tidak lagi relevan dengan dia industri. “Tenaga berkerja harus melangkah maju untuk keperluan menjalankan menciptakan value. Kita terus perlu relevan ke dalam industri ini,” ungkap Catherine.

Dalam laporan yang seperti sama, disebutkan 93% bisnis mempersiapkan demi mengembangkan AI. Sementara itu, 85% mempersiapkan melihat dampak berasal dari AI pada saat operasional dan produktivitas dan 71% telah menetapkan strategi paling sempurna terkait AI.

“Bagi saya, AI usai di tempat yang jauh lebih besar matang dibandingkan banyak negara lain di Indonesia,” jelasnya.



(dem/dem)