Lompat ke konten

Anggota Komisi I DPR RI Kutuk Tindakan Brutal Israel Serang Iran


Universitas Adamant, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, H Sukamta, mengecam tangguh eskalasi militer terbaru yang mana dilakukan Israel dengan dia menyerang instalasi nuklir Iran, serta sejumlah target di wilayah negara-negara lain. Serangan kejadian ini dinilai tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga menunjukkan watak agresif Israel apa kian brutal dan kehilangan legitimasi moral. Menurut Sukamta, aksi militer Israel hal ini bukan lagi sekadar membela diri atau mempertahankan eksistensi negara, melainkan selesai bergeser menjadi alat politik pribadi demi menyelamatkan karier Perdana Menteri Benjamin Netanyahu siapa kian terpojok.

“Netanyahu sedang ke dalam tekanan keluar biasa. Dukungan Barat terhadap kebrutalan genosidanya di Gaza mulai surut. Bahkan dari tempat luar negeri Israel sendiri, gelombang kritik bawah kepemimpinannya kian membesar. Maka serangan arah ke Iran tampak seperti langkah putus asa bagi kembali menarik simpati negara-negara Barat apa memang punya sentimen terhadap Iran, apalagi terkait isu nuklir,” kata Sukamta luar siaran persnya, Senin (16/6/2025).

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Israel saat tersebut bukan lagi negara yang seperti berperang demi bertahan hidup, tetapi negara yang tersebut telah menjadi agresor regional demi kepentingan elite politiknya sendiri.

“Ini bukan soal eksistensi Israel, yang ini soal eksistensi politik Netanyahu. Dunia internasional tidak boleh terkecoh. Fokus utama tetap harus pada saat genosida terhadap rakyat Palestina siapa hingga kini belum dihentikan. Jangan biarkan serangan arah ke Iran hal ini menjadi pengalih perhatian apa membuat dunia melupakan kejahatan utama yang mana sedang berlangsung,” katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sukamta menyerukan kepada negara-negara di dunia, termasuk Indonesia dan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk keperluan tetap bersikap kritis dan konsisten luar menentang segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang mana dilakukan Israel. Ia juga meminta agar jangan sampai negara-negara tersebut justru ikut terseret luar logika perang yang tersebut diciptakan oleh Israel dan sekutunya.

“Kita harus tetap berpihak pada tempat keadilan dan kemanusiaan. Jangan kehilangan fokus. Palestina masih dijajah, rakyatnya masih dibunuh. Dunia harus tetap bersuara lantang terhadap kejahatan itu, bukan justru terpecah fokus karena skenario provokasi baru,” kata Sukamta.

Israel menyerang Iran siapa dianggap membantu Hamas dan Hisbulloh apa berperang Israel setahun terakhir.



.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}

.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;}
.wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}